Sosialisasi MASYARAKAT FOTOGRAFI INDONESIA

2

Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI) melaksanakan sosialisasi kehadirannya bertempat di Ruang AUVI
Gedung Dekanat Fakultas Seni Media Rekam – Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Selasa 16 Desember
2014.

Kegiatan sosialisasi yang disertai seminar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dihadiri oleh masyarakat fotografi di Yogyakarta yang terdiri dari praktisi fotografi, seniman fotografi, pelaku bisnis dan sebagian besar mahasiswa ISI Yogyakarta.

Sosialisasi-MFI

Acara sosialisasi dibuka oleh Drs. Eddy Susilo selaku Kasubdit Pengembangan Fotografi Kementerian Pariwisata didampingi  Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta Drs. Alexandri Lutfi, M.S yang dilanjutkan sosialisasi MFI oleh Imam Hartoyo (dewan Pembina), Hermanus Prihatna (Ketua Badan Pengurus MFI), Ridha Kusumabrata (Divisi Program MFI) dan Dibya Pradana (Divisi Markom MFI).

Dalam penjelasan Imam Hartoyo disampaikan MFI adalah organisasi nirlaba yang mempertemukan berbagai
pemangku kepentingan dalam dunia fotografi, yaitu praktisi fotografi/komunitas, akademisi, bisnis dan pemerintah. MFI merupakan wadah yang berperan memayungi, mendorong kerjasama dan koordinasi antar pemangku kepentingan, baik perseorangan maupun segala bentuk perkumpulan, komunitas, asosiasi profesi fotografi dan lain sebagainya untuk mengembangkan sector fotografi di Indonesia.

Sementara itu Hermanus Prihatna sebagai Ketua MFI menyatakan bahwa MFI sebagai media komunikasi yang akan menyuarakan kepentingan para pemangku kepentingan fotografi di tingkat nasional dan internasional, untuk itu akan dilaksanakan pemetaan untuk mendata seluruh stakeholder sehingga dapat diketahui potensi-pontensi fotografi Indonesia. Saat ini sedang dikembangkan media komunikasi melalui www.mfi.or.id
Pada diskusi HAKI muncul berbagai pertanyaan-pertanyaan dari peserta terkait dengan pemanfaatan karya foto. Persoalan HAKI bagi fotografer khususnya selalu menjadi masalah yang sering berulang dan jarang menemukan solusi yang menguntungkan. Fotografer yang selalu menjadi pihak yang dirugikan apabila terjadi sengketa dan penyalahgunaan materi karya foto yang seharusnya dilindungi oleh undang-undang.

Materi HAKI dibawakan oleh Dr. Edmon Makarim, praktisi hukum telematika sekaligus anggota dewan Pembina MFI.  Edmon Makarim diakhir sesi menyimpulkan bahwa setiap fotografer perlu memperhatikan aspek hukum yang terkait, khususnya terkait kesusilaan dan privacy. Selain itu dalam pendistribusian karya foto secara digital atau elektronik perlu menggunakan sistem pengamanan agar senantiasa terjaga hak kepemilikannya serta integritas data dan keautentikannya.

Pameran-Foto-MFI

Hadir juga pada sosialisasi ini Ketua Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI), Riadi yang menjelaskan
tentangnya pentingnya sertifikasi profesi fotografi yang saat ini didorong MFI untuk segera diwujudkan.
Hal ini terkait dengan pelaksaan pasar bebas MEA yang diberlakukan pada tahun 2015. Pada kesempatan ini para peserta sosialisasi berkesempatan mengunjungi dan mengapresiasi pameran fotografi Memorizing by Heart: Cuplikan 20 Tahun Perjalanan Program Studi Fotografi, FSMR, ISI Yogyakarta. (Gede Budiwijaya)

Share.

About Author

2 Comments

  1. Suka banget sama pendapat Pa Edmon Makarim : setiap fotografer perlu memperhatikan aspek hukum yang terkait, khususnya terkait kesusilaan dan privacy. Selain itu dalam pendistribusian karya foto secara digital atau elektronik perlu menggunakan sistem pengamanan agar senantiasa terjaga hak kepemilikannya serta integritas data dan keautentikannya” copas atas

    Privacy, keautentikan data digital, kalau dicopy2 kadang byk yg ngaku sebuah foto bagus adalah karya dia pdahal org lain hehehe…

  2. Pingback: 15.5.15 dan Fotografi Indonesia - Yulianus Ladung's Blog

Leave A Reply